Perkembangan Teknologi Komunikasi

28 09 2007

Generasi Ketiga

Bandung, 29 September 2007

Perkembangan Teknologi Komunikasi

Saat ini kebutuhan akan teknologi, baik itu teknologi informasi maupun telekomunikasi sangat tinggi dari mulai golongan menengah kebawah dan golongan menengah ke atas. Semua individu sangat membutuhkan teknologi untuk mempercepat perkembangan atau meningkatkan pembangunan baik pembangunan individu maupun kelompok.Perkembangan teknologi yang saat ini sangat cepat adalah teknologi telekomunikasi, yang menghadirkan beragam pilihan bentuk teknologi dan kecanggihannya. Saat ini terjadi persaingan yang ketat antara 2 teknologi komunikasi yaitu selular dan FWA (fixed Wireless Access).Adapun perkembangan teknologi komunikasi terutama teknologi selular sudah di mulai sejak pertengahan tahun 90 an dengan mengusung teknologi 1G (Generasi Pertama) dengan menggunakan teknologi AMPS (Advance Mobile Phone System). Dimana teknologi AMPS ini pertama kali dipergunakan oleh pihak militer di Amerika Serikat.

Dalam kurun waktu 10 tahun sejak lahirnya AMPS suda terjadi perkembangan yang sangat pesat dengan berbagai penemuan atau inovasi teknologi komunikasi dan , akhir tahun 90 an muncullah teknologi 2G (Generasi Kedua). perbedaan utama dari teknologi G1 dan G2 adalah g1 masih menggunakan sistem Analog sedangkan G2 sudah menggunakan sistem Digital. Teknologi 2G dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu TDMA (time division multiple access) dan CDMA (code division multiple access). TDMA sendiri berkembang ke dalam beberapa versi, yaitu GSM di Eropa, IDEN di Amerika, PDC di Jepang. Sedangkan CDMA berkembang pesat di AS dan Kanada. Kemampuan mencolok teknologi 2G adalah tidak hanya dapat digunakan untuk telpon,(voice)  tetapi juga untuk mengirim SMS (Short Message Service) yaitu mengirim pesan singkat dengan menggunakan text.Dengan adanya kehadiran teknologi generasi kedua, maka muncullah telnologi selular yg baru yaitu, GSM (Global System for Mobile communications) Suatu sistim komunikasi wireless 2G. Frekuensi yang dapat digunakan dalam GSM adalah 850Mhz, 900Mhz, 1800Mhz dan 1900Mhz.  Generasi selular kedua yang mempebaharui generasi pertama dalam bidang teknologinya yaitu digital, yang pada teori dasarnya merupakan pembaharukan dalam bidang transfer data, contohnya adalah GSM (menggunakan protokol CSD, HSCSD, GPRS dan EDGE) dan cdmaOne.Dengan adanya teknologi Generasi Kedua ini membuat perkembangan teknologi semakin cepat dengan menghadirkan berbagi kelebihan/fitur yang ditawarkan teknologi generasi kedua ini selain mengirim SMS dan voice. Tapi semua kelebihan ini juga masih belum memuaskan para ahli untuk mengembangkan teknologi yang lebih bagus dengan segala kelebihannya dri teknologi terdahulu (generasi pertama dan kedua).

Maka awal tahun 2000 an muncullah teknologi generasi 2.5 (2.5 G) yang mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) Suatu protokol yang mengatur cara kerja transfer data pada sistim wireless GSM. Dalam teorinya kecepatan transfer data EDGE dapat mencapai 384 Kbps. Teknologi 2G ada perbaikan cukup signifikan, sehingga muncullah variannya, yaitu 2.5G dan 2.75G. Varian ini tidak dibuat oleh konsorsium, tetapi sebagai strategi pemasaran oleh beberapa pabrik ponsel. Ciri khas teknologi 2.5G (generasi dua setengah) adalah teknologi GPRS (global package radio service) yang dapat digunakan untuk berkirim data dalam jumlah besar, tidak seperti SMS yang hanya dapat mengirim dan menerima alfa numerik saja. Generasi 2.5G ini ada juga yang menamakannya dengan generasi 2.75G, karena lebih dekat dengan teknologi 3G. Teknologi 2.5G (atau 2.75G) ini, di sistem GSM disebut sistem EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) sedang pada sistem CDMA disebut dengan CDMA 2000 1x. Keduanya memiliki kecepatan transfer data mendekati 144KB/detik. Evolusi dan perkembangan teknologi komunikasi ini tidak berhenti sampai disini, Negara-negara besar di Dunia baik itu Eropa, Asia & Amerika secara berlomba-lomba mengembangkan inovasi dan penelitian untuk menghadirkan teknologi yang mutakhir. Setelah adanya teknologi Generasi Pertama, Kedua dan teknologi 2.5 G, maka disusul kemudian dengan Generasi Ketiga (3G) yang menawarkan kelebihan yg lebih baik lagi baik dari segi kemampuan fitur dan Transfer Data dengan memiliki kecepatan Transfer data lebih cepat dari sebelumnya dalam menghadirkan layanan yang sangat dibutuhkan oleh pelanggan.

Keuntungan-Keuntungan

Akses jaringan berpita lebar memang jadi impian bagi pengguna teknologi yang hobi Internet, transfer data, dan multimedia. Kini konsumen sudah bisa menikmati akses Internet pita-lebar nirkabel di ponsel tanpa harus repot-repot mencari hotspot–sentra akses wireless fidelity (Wi-Fi) yang tak selalu gampang ditemukan. Kini Andalah yang jadi hotspot-nya.Semua itu berkat teknologi evolution data optimized (EV-DO), evolusi teranyar dari teknologi seluler CDMA2000 1x. Layanan multimedia, seperti video streaming, video sharing, tele-conference, hingga mobile TV, akan dapat dinikmati dengan mudah di ponsel–semudah menggunakannya di laptop.Sejak versi Rilis-0 dengan kecepatan data maksimum 2.400 kilobita per detik (kbps), generasi ketiga dari jalur CDMA ini berkembang dengan cepat. EV-DO Revisi-A, misalnya, memiliki kecepatan maksimal 3.100 kbps dan EV-DO Revisi-B memiliki kecepatan maksimum mencapai 46 ribu kbps alias 46 megapita per detik!Bandingkan dengan generasi teranyar jalur GSM: 3G W-CDMA/UMTS, hanya memiliki kecepatan maksimum 2.000 kbps, dan 3,5G high-speed downlink packet access (HSDPA) memiliki kecepatan maksimum 14.400 kbps. Pertarungan dua kubu ini makin seru, kan?

KUBU GSM:

GPRS
Standar: 2,5-G
Kecepatan maksimum: 160 kbps

EDGE
Standar: 2,75-G
Kecepatan maksimum: 384 kbps

W-CDMA/UMTS
Standar: 3-G
Kecepatan maksimum: 2.000 kbps
H

SDPA
Standar: 3,5-G
Kecepatan maksimum 14.400 kbps
 

KUBU CDMA:

CDMA2000 1x
Standar: 2,75-G
Kecepatan maksimum: 153 kbps

CDMA 1x EV-DO Rel-0
Standar: 3-G
Kecepatan maksimum: 2.400 kbps

CDMA 1x EV-DO Rev-A
Standar: 3-G
Kecepatan maksimum: 3.100 kbps

CDMA 1x EV-DO Rev-B
Standar: 3-G
Kecepatan maksimum: 46.500 kbps

Pengembangan teknologi 3G yang ditandai dengan kecepatan tinggi dilakukan oleh banyak perusahaan di dunia yang dapat membuat sebagian operator meninggalkan EDGE dan langsung menggunakan universal mobile telecommunications standard (UMTS), atau yang lebih dikenal sebagai teknologi 3G ini. Saat ini terdapat 3 proposal sistem 3G yang diajukan sebagai standar sistem yang diharapkan menjadi sistem global, yaitu CDMA-2000 (yang merupakan upgrade sistem CDMA sebelumnya), UMTS, WCDMA (wideband CDMA), dan UWC (universal wireless communications). International Telecommunication Union (ITU) telah mengeluarkan International Mobile Telecommunication-2000 (IMT-2000)

dengan mempertimbangkan proposal-proposal itu sebagai standar 3G.Bayangkan jika di seluruh dunia nantinya jaringan mobile telekomunikasi telah bersifat global, banyak keuntungan yang dapat dinikmati umat manusia di muka Bumi. Pertama, telepon seluler dapat digunakan di setiap negara karena kartu SIM dikenal di seluruh jaringan di dunia.Kedua, kecepatan akses data yang tinggi sehingga dapat mengakses Internet dan tukar-menukar data baik gambar, suara, maupun streaming dengan cepat nyaris tanpa delay.Ketiga, layanan multimedia yang semakin lengkap. Layanan multimedia baru, seperti video conference, hiburan interaktif, GPS (global positioning systems) untuk mengetahui arah jalan, dan akses kamera jalan untuk mengetahui tingkat kemacetan, bahaya, atau keadaan darurat. Multimedia teknologi juga memungkinkan melayani majalah atau koran elektronik yang dilengkapi dengan grafik dan videoklip.Keempat, kemampuan telematika yang memungkinkan kita mengatur alat-alat rumah tangga dan fasilitas yang ada secara realtime dan dapat dipantau kapan saja dan di mana saja. Kelima, 3G membuka kesempatan yang luas dikembangkannya aplikasi inovatif, misalnya dengan aplikasi berbasis Java yang dapat dipasang sebagai fasilitas pribadi.

Sumber Data : Artikel dan Materi Kerja Penulis

Penulis : Karyawan Operator CDMA
 

 





Perang Tarif Antar Operator Selular

28 09 2007

Jumat, 28/09/2007 11:25 WIB

Telkomsel Tawarkan Program Telepon Sepuasnya

detikinet

<!––>
Jakarta – Telkomsel menawarkan skema tarif alternatif kepada pelanggan Simpati yang menginginkan percakapan telepon sepuasnya ke pelanggan antarsesama jaringan.

Namun untuk mendapatkan benefit itu, pelanggan Simpati harus rela dipotong pulsanya sebanyak Rp 25 ribu jika ingin bisa menelepon sepuasnya sejak pukul 07.00 hingga 22.00 di hari yang sama.

“Begitupun untuk hari-hari selanjutnya, pelanggan Simpati cukup mengetik Talkmania dan mengirimkan SMS aktivasinya ke nomor 8999, di mana setiap harinya Telkomsel memberikan kesempatan bagi 100.000 pendaftar pertama untuk menikmati layanan ini,” kata Direktur Niaga Telkomsel Yuen Kuan Moon, dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikINET, Jumat (28/9/2007).

Seiring dimulainya program promosi ‘bebas telepon’ yang berlaku 27 September hingga 26 Oktober 2007, Telkomsel juga mengumumkan perpanjangan Bonus Bicara dan SMS hingga tahun depan, 31 Januari 2008.

“Bahkan kini pelanggan bisa memakai bonusnya dengan durasi tiga jam lebih lama dari sebelumnya, yakni jam 10 malam hingga 10 pagi,” kata VP Marketing & CRM Telkomsel Hendri Mulya Syam. (rou)





Manfaat IT Untuk Pendidikan

27 09 2007

teknologi modern





Genderang Perang GSM

27 09 2007

perang dingin——–genderang perang di dunia selular mulai bergema…

Jakarta – Entah kesal karena dipojokkan dengan pertanyaan seputar kartel tarif, Singapore Technologies Telemedia (STT) selaku pemilik saham mayoritas Indosat tiba-tiba malah mengomentari tarif Rp 1 per detik milik Excelcomindo Pratama (XL).

SVP International Operation STT Jaffa Sany Ariffin merasa tidak diperlakukan adil jika anak-anak perusahaan Grup Temasek dituding melakukan monopoli telekomunikasi dengan tuduhan price fixing pada tarif seluler Indosat dan Telkomsel.

“Kami bisa membuktikan tarif yang diberikan Indosat jauh lebih murah ketimbang pemain seluler lainnya seperti XL. Bagaimana kami bisa dituduh melakukan monopoli atau kartel tarif, justru XL yang melakukan kecurangan dalam skema tarif satu rupiahnya,” sergah Jaffa usai acara buka puasa bersama wartawan di Wisma Metropolitan, Jakarta, Rabu malam (26/9/2007).

STT menilai, XL tidak transparan kepada pelanggannya dalam penawaran tarif Rp 1 per detik karena tidak menjelaskan secara rinci pada menit ke berapa tarif tersebut dapat dinikmati. “Tarif satu rupiah per detik XL baru berlaku setelah menit kedua. Artinya, pelanggan XL harus menghabiskan banyak pulsa terlebih dahulu selama dua menit pertama,” ujarnya.

Padahal, kata dia, rata-rata panggilan keluar (minute of usage) pelanggan XL hanya satu menit setiap harinya atau 30 menit per bulan. Angka itu, lanjut Jaffa, jauh lebih rendah ketimbang penggunaan yang dilakukan pelanggan Indosat dan Telkomsel.

“Pelanggan Indosat rata-rata melakukan panggilan keluar selama 1,5 menit per hari atau 48 menit per bulan, sedangkan pelanggan Telkomsel melakukan panggilan keluar sekitar 2 menit per hari atau 58 menit per bulan,” klaim Jaffa. “Jadi, dengan rata-rata panggilan keluar satu menit per hari, mana mungkin pelanggan XL mendapatkan benefit satu rupiah per detik seperti yang dijanjikan,” ketusnya.

XL dianggap Jaffa telah berusaha mengelabui publik demi mempertahankan pelanggannya sekaligus menggenjot pelanggan baru, serta menekan jumlah kartu hangus (churn rate). “Dengan cara komersialisasi seperti ini, XL nampaknya mencoba untuk merebut pasar menengah ke bawah yang tidak begitu mengerti soal trik pemasaran macam ini,” kata dia.

Ketika dimintai konfirmasi seputar tudingan yang dialamatkan pada struktur tarif promosi XL, Head of Corporate Communication XL Myra Junor mengaku telah menjelaskan kepada regulator mengenai skema tarif Rp 1 per detik yang baru berlaku setelah dua menit pertama itu.

“Mereka mengerti dan tidak ada keberatan,” klaim Myra. “Materi iklan XL ada yang bersifat national campaign dengan penjelasan bahwa pemberlakuan berdasarkan waktu dan lokasi yang berbeda. Sementara materi iklan yg berada di daerah akan merinci masa berlaku tarifnya, sifatnya localized advertising,” imbuhnya.

Edukasi Pelanggan

Masih terkait soal tarif, Direktur Regional Sales PT Indosat Tbk Syakieb A. Sungkar sebelumnya juga mengatakan, kebanyakan operator sering menjual produk tertentu dengan keterangan yang tidak lengkap. “Karena biasanya di balik promosi tarif murah ternyata di dalamnya banyak berisi jebakan.”

Menghindari hal tersebut, Indosat berjanji akan terus mengedukasi masyarakat mengenai promosi tarif yang diberlakukan. “Kami berani bilang tarif Indosat lebih murah karena memang lebih murah, bahkan hingga 93% lebih murah dari kompetitor sejenis. Buktinya tarif seluler kami cuma Rp 50 per 30 detik, di mana sejak menit pertama sampai menit ke 14 memiliki tarif yang sama yaitu Rp 100, dan baru sejak menit ke-15 tarifnya menjadi Rp 1.500,” ujarnya. “Baik CDMA maupun GSM, tarif Indosat juga yang paling murah. Tarif CDMA kami hanya Rp 0,31 per detik, Rp 9,5 per 30 detik, dan Rp 19 per menit,” katanya lagi.

Syakieb menjelaskan, besaran tarif sangat dipengaruhi oleh investasi atau belanja modal, nilai penyusutan perangkat, dan jenis perangkat Base Transceiver Station (BTS) yang digunakan. Ia merasa Indosat tidak merasa terancam terhadap tarif promosi yang digencarkan kompetitornya dalam mendulang pelanggan. “Karena selain menawarkan tarif murah, kami juga mengandalkan kualitas jaringan. Oleh sebab itu kami tetap optimistis,” tandasnya.





Makna Dari Sebuah Kata

27 09 2007

diam&bisu

Kata dan MaknanyaHampir setiap hari kita mengeluarkan kata-kata, baik itu kata-kata yang baik maupun tidak baik dalam keadaan sadar maupun tidak kesiapapun juga.

Pertanyaannya adalah, tahu kah kita..:

  • arti kata-kata tersebut?
  • makna kata-kata tersebut?
  • akibat dari kata-kata tersebut?
  • pantas kah kata-kata tersebut?
  • kepada siapa kata-kata itu kita tujukan?
  • apa reaksi dari penerima kata kita?

dan masih banyak pertanyaan lain yang sama sekali kadangkala kita abaikan, yang penting, apa yang mau kita ucapkan dengan kata-kata kita ungkapkan…! tanpa perduli kandungan dari kata-kata yang kita ucapkan…

diam





Fenomena Alam

27 09 2007

Subhanallah……

Keagungan

Halo Matahari akibat Pembiasan Cahaya”

Sumber: Kompas 3 Maret 2004

SIANG kemarin, dering telepon yang tidak berhenti di Redaksi Kompas diselingi dengan beberapa telepon yang menanyakan fenomena Matahari yang tidak biasa. Hari Selasa (2/3) menjelang pukul 12.00-saat Matahari sedang bersinar terik di atas kepala-beberapa orang menyaksikan ada semacam halo atau lingkaran gelap yang mengelilinginya.

“Apakah sedang terjadi gerhana Matahari?” tanya seorang guru yang siang itu sedang berada di luar kelas bersama murid-muridnya.

Sayang sekali, dugaan di atas ternyata tidak benar. Menurut Bambang Setiahadi, peneliti dari Stasiun Pengamatan Matahari Watukosek yang tercakup dalam Stasiun Pengamatan Dirgantara Lapan di Watukosek, Jawa Timur, halo yang terlihat melingkari Matahari tersebut sebenarnya merupakan hasil pembelokan cahaya Matahari oleh partikel uap air di atmosfer.

“Jadi, pada musim hujan ini partikel uap air ada yang naik hingga tinggi sekali di atmosfer. Partikel air memiliki kemampuan untuk membelokkan atau membiaskan cahaya Matahari,” papar Bambang saat dihubungi Selasa petang.

Karena terjadi pada siang hari, saat posisi Matahari sedang tegak lurus terhadap Bumi, maka cahaya yang dibelokkan juga lebih kecil. “Itu sebabnya yang tampak di mata masyarakat yang kebetulan menyaksikannya adalah lingkaran gelap di sekeliling Matahari,” tambahnya.

Fenomena itu sebenarnya sama saja dengan proses terbentuknya pelangi pada pagi atau sore hari setelah hujan. Menurut Bambang, lengkungan pelangi sering terlihat di bagian bawah cakrawala karena partikel uap air yang membelokkan cahaya Matahari berkumpul di bagian bawah atmosfer. Di sisi lain, pada pagi atau sore hari Matahari pun masih berada pada sudut yang rendah.

“Pada posisi yang miring ini, kemampuan partikel air membiaskan cahaya lebih besar, sehingga warna-warna yang muncul juga lebih lengkap,” jelasnya.

Pada siang hari, saat Matahari pada posisi tegak lurus terhadap Bumi, kemampuan pembelokan cahaya menjadi rendah sehingga warna yang terlihat sangat terbatas. “Warnanya terlihat gelap karena pandangan ke arah Matahari juga terhalang debu. Kalau pada pagi hari, saat udara masih bersih, yang tampak adalah warna kemerahan,” kata Bambang.

Tidak mengherankan bila fenomena halo ini juga hanya terlihat pada siang hari, sekitar pukul 12.00-1300. Selain itu, sama seperti pelangi, fenomena halo juga hanya bisa disaksikan pada musim hujan.

“Nanti setelah musim hujan berakhir, tak ada lagi halo maupun pelangi. Soalnya, di atmosfer sudah tidak ada lagi uap air,” ujarnya

Kemegahan








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.